Sabtu, 18 Februari 2012

Mempersiapkan Kematian


Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikandengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya
(Quran, Ali Imran [3]: 185)

Kematian adalah hal yang pasti menghampiri. Siapapun dan apapun dia, tidak akan pernah bisa menghindari kematian. Selain perbedaan cara berjumpaIzrail, maka perbedaan orang menghadapi kematian adalah cara pandang dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Ada yang melihat kematian sebagai gerbang menuju keabadian sehingga dia mempersiapkan diri secara benar dan sungguh-sungguh. Ada juga yang menganggap kematian sebagai peristiwa alam biasa. Bila yang pertama disebut orang beragama, maka yang kedua disebut orang sekuler.

Nabi Isa Alaihisalam pernah menceritakan salah satu fragmen kehidupan penghuni surga. Pada suatu waktu sekelompok penghuni surga berkumpul. Mereka bercanda dan bergembira menjalani kehidupan surga. Ketika mereka berkumpul, datanglah malaikat ikut bergabung. Ketika malaikat bergabungitulah tiba-tiba seorang penghuni surga mengajukan permintaan. “Wahai malaikat, kami bersenang-senang dan bergembira di surga ini tetapi kami tidak tahu bagaimana keadaan anak cucu kami di dunia. Maukah engkau memperlihatkan kepada kami sebentar saja keadaan anak cucu kami di dunia ?

Malaikat tidak keberatan. “Mendekatlah ke jendela surga itu, nanti akan saya perlihatkan bagaimana kehidupan anak cucu kalian di dunia”. Para penghuni surga pun berbondong-bondong mendekati jendela yang ditunjuk malaikat dan menyaksikan kehidupan anak cucu mereka di dunia.

Ketika waktu habis dan jendela surga ditutup, terlihat dua ekspresi penghuni surga yang sangat kontras. Satu kelompok terlihat tetap ceria dan gembira, satu kelompok lainnya terlihat sangat murung, sedih bahkan terisak menangis sesenggukan. Malaikat keheranan dan menanyakan hal itu kepada mereka.

Penghuni surga yang menangis punya jawaban sama. “Kami sedih melihat kehidupan anak cucu kami. Kami kira kekayaan yang kami tinggalkan akan menghindarkan mereka dari kesusahan dunia. Tetapi justru warisan kami menjadi sumber malapetaka. Persaudaraan menjadi mahal dan fitnah-memfitnah menjadi sangat mudah. Bahkan anak cucu kami sudah melupakan Maha Pencipta” Jelas penghuni surga sambil sesenggukan.

Adapun kelompok penghuni surga yang ceria menjelaskan kepada Malaikat. “Kami sangat gembira melihat kehidupan anak cucu kami. Mereka terlihat gembira, rukun, saling membantu dan menebar kebaikan. Pilihan kami mewariskan pendidikan dan keimanan sesuai dengan yang kami harapkan

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Banyak hal yang mesti kita persiapkan untuk menghadapi kematian. Persiapan yang tidak hanya akan berakibat bagi kehidupan kita, tetapi kehidupan orang-orang yang kita cintai

Rabu, 08 Februari 2012

Jaksel Kekurangan Lahan TPU


Tingginya angka kematian di Jakarta Selatan, membuat Sudin Pemakaman setempat harus segera mencari solusi tepat untuk mengatasi keterbatasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayahnya. Ya, angka kematian di Jakarta Selatan diketahui mencapai 6.500 orang per tahun. Jika tidak segera diantisipasi, tentu saja hal ini akan membuat permasalahan baru. 

Kepala Sudin Pemakaman Jakarta Selatan, Eddy Supriyatna mengatakan, sesuai peraturan yang berlaku, untuk ukuran pekuburan berukuran 1,5 x 2,5 meter. Meski begitu, secara keseluruhan bagian kuburan akan mengalami penambahan luas tanah. "Aslinya berukuran 3,75 meter persegi. Tapi kalau ditambah nisan dan batu pembatas bisa mencapai 5 meter persegi," ujar Eddy, Minggu (5/2).

Karenanya, dikatakan Eddy, untuk TPU, dalam setahun minimal perlu penambahan sekitar 2,25 hektar. Namun, di tahun 2011 saja, luas tanah yang bisa dibebaskan pihaknya hanya 5.500 meter persegi. "Tapi, untuk masalah pembebasan tanah itu urusan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Kita hanya mengelola saja. Dan setiap tahunnya dinas paling tidak membebaskan 1-2 hektar tanah dengan posisi berdekatan TPU yang sudah ada," katanya.

Untuk mengatasi kekurangan lahan tersebut, Eddy mengatakan, pihaknya memberlakukan sistem penguburan tumpang. Yaitu dengan menyatukan jenazah dalam lubang yang sama keluarga, atau lubang lain dengan persetujuan ahli waris. "Jadi kan kedalaman awal 1,5 meter, yang baru dibedakan 0,5 meter untuk tumpangnya. Dan menurut sisi kesehatan itu masih memenuhi syarat. Biaya administrasinya pun lebih murah hanya bayar 25 persen dari tarif," tambahnya.

Di tahun 2011 sistem tumpang yang diterapkan bisa menampung 20 persen dari permintaan lubang pekuburan. Pada tahun ini, TPU yang masuk dalam program perluasan lahan yaitu TPU Kampung Kandang, TPU Srengsengsawah, dan TPU Jeruk Purut.
Sumber: 

Lahan Kuburan di DKI Bakal Penuh Pada 2013?

Lahan Kuburan di DKI Bakal Penuh Pada 2013?
Yang Meninggal Nambah Terus, Pemakamannya Terbatas
Rabu, 16 Maret 2011 , 04:40:00 WIB

RMOL.Kurangnya tersedianya lahan pemakaman bagi warga DKI Jakarta, harus segera dicarikan solusinya. Apalagi saat ini banyak warga yang tergusur proyek pembangunan sarana jalan atau infrastruktur, ancaman tidak mendapat makam setelah meninggal pun amat nyata dirasakan. Dikhawatirkan pada 2013 lahan kuburan di DKI bakal habis.
Pesatnya pembangunan kota Jakarta, berdampak pula pada pesatnya pertambahan penduduk. Namun, pertumbuhan itu semua tidak diikuti perkemba­ngan luas lahan yang ada. Kenya­taan itu berimbas pu­la pada semakin ke­cilnya keter­sediaan lahan untuk pemakaman warga Jakarta.

Menurut anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Siti Sofiah, pemerintah harus segera berge­raknya memecahkan ma­salah lahan pemakaman. “Krisis la­han makam ini harus segera di­antisipasi dengan per­luasan. Me­ngingat jumlah orang meninggal terus bertambah, se­mentara lahan makam stagnan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.  Dari Data Dinas Pertamanan dan Pemakaman 2008 menyebutkan, DKI Jakarta dengan luas 65.680 hektare diproyek­sikan membutuhkan lahan makam 785 hektare. Dalam Ren­cana Tata Ruang Wilayah (RT­RW) Jakarta 2010, ditar­getkan 745,18 hektare. Semen­tara sejauh ini, luas ma­kam di Jakarta adalah 576,0827 hek­ta­re. Jadi masih kekurangan lahan 208,9173 hektare. Tingginya angka warga Jakar­ta yang meninggal dunia, dengan rata-rata perhari mencapai 111 orang, berarti antara 2012 atau 2013 kedepan, lahan pema­ka­man di DKI Jakarta akan habis apabila tidak segera dilakukan penambahan.

Indikasi semakin langkanya la­han pemakaman tersebut mi­sal­nya ter­lihat dari kondisi di TPU Peng­gilingan, Jakarta Ti­mur yang mem­batasi peneri­maan jenazah baru yang ingin dimakamkan di sana. “Perluasan lahan di sini sudah tidak mungkin. Se­men­tara pene­ri­maan jenazah se­lalu ada setiap hari. Apa jadinya lima tahun men­datang?” terang  seorang pe­tugas pemaka­man di sana.

Selain pada perluasan lahan pemakaman, Pemprov DKI Ja­karta juga memiliki Peraturan Dae­­rah No.3 tahun 2007, yang me­ngatur masalah pema­kaman tumpangan. Ini dinilai se­bagai salah satu solusi yang me­ngatur krisis lahan pemaka­man. Pema­kaman tumpangan penera­pannya adalah, satu liang kubur dapat diisi satu keluarga atau ke­luarga yang lain bisa ikut menum­pang, asalkan terdapat surat kete­rangan dari ke­luarga pihak pertama.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Pemakaman Jakarta Selatan Eddy Supriatna mengatakan, selain menggunakan sistem tumpang, ia juga menghimbau warga Jakarta, khususnya Jakarta Selatan mema­kamkan keluarganya di daerah ma­sing-masing. “Sesuai peratu­ran, pemakaman di Jakarta diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta,” kata Eddy.

Dia memang mengakui masih banyak hal yang harus diupaya­kan dalam menyelesaikan masa­lah pemakaman ini. Namun Eddy op­timis, Jakarta Selatan tidak akan kekurangan lahan pema­kaman dalam jangka lima hingga 10 tahun mendatang.

Menanggapi kekhawatiran krisis la­han pemakaman di wila­yahnya, Gu­bernur DKI Jakarta Fauzi Bo­wo meminta war­ga Ja­karta tidak perlu meng­kha­wa­tirkan hal tersebut. Me­nurut Fo­ke, sapaan Fauzi Bowo, lahan yang ada masih memadai. 

Dia berjanji akan te­rus me­ngupa­yakan perluasan la­han pe­ma­kaman, dengan mela­kukan pem­bebasan tanah warga di se­kitar Tempat Pemakaman Umum (TPU). “Di DKI ini ada 92 lebih TPU,” katanya.

Terkait upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Ja­karta, Kepala Bidang Jalur Hijau DKI Jakarta Linda Mulyani me­nyatakan, untuk perluasan lahan makam di DKI dilakukan pembe­basan lahan makam. Namun, ada juga lahan yang dihibahkan dari warga.

Selain menambah luas la­han makam, dilakukan juga ke­bijakan menumpuk jenazah da­lam satu lubang makam bagi ma­kam yang masih ada hubungan keluarga. Jarak waktunya mini­mal dua ta­hun. Hal itu untuk me­ng­antisipasi overload-nya lahan makam.

Gratis Buat Si Miskin Pemerintah, tambahnya, akan memberikan bantuan pemaka­man gratis bagi warga miskin. “Gali-tutup itu gratis karena su­dah dibiayai APBD. Kenapa ma­sih ada yang mengeluh memba­yar Rp 2 juta atau Rp 3 juta. Itu karena banyak ahli waris minta fasilitas yang tidak tercantum da­lam APBD. Seperti tenda, me­ja, kursi,” tambah Linda. Namun, suara miring akan ke­seriusan pemerintah dalam me­ngatasi permasalahan pemaka­man di Jakarta, juga bermun­cu­lan. Ahli tata perkotaan Uni­ver­sitas Trisakti Nirwono Joga ada­lah salah satunya, me­nang­gapi kebijakan Pemprov DKI Ja­karta, yang dengan mudah me­min­dahkan 1.400 makam dari ren­­cana 3.570 makam di TPU Men­teng Pulo, Jakarta Selatan ke TPU-TPU di pinggiran kota.

Menurutnya, sikap Pemprov DKI Jakarta tersebut sebagai gam­baran ketidakkonsistenan me­­reka dalam komitmen mem­perta­han­kan dan mengembang­kan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lebih me­nyedihkan lagi, lanjut Linda, lahan pemakaman yang tergusur seluas 1,1 hektare atau 5 persen dari total luas TPU Men­teng Pulo itu digunakan un­tuk membangun jalan sepanjang 650 meter selebar 20 meter ke arah kawasan terpadu Pasar Fes­tival, Rasuna Epicen­trum dan se­kitar­nya. Padahal, se­belum­nya ka­wa­s­an TPU ini juga su­dah di­korban­kan untuk Jalan Casa­blanca.

Tak seperti Foke, Nirwono me­nilai, krisis lahan pemakaman di Jakarta sangat serius. Da­lam catatannya, lahan makam di Jakarta tersebar di 109 lokasi TPU, yakni Jakarta Pusat seluas 37,9477 hektare dengan 4 TPU, Jakarta Selatan (153,9847 hek­tare, 33 TPU), Jakarta Utara (61,3513 hektare, 10 TPU), Ja­kar­ta Timur (169,0795 hektare, 40 TPU), Jakarta Barat (149,2200 ha, 16 TPU), dan Kepulauan Se­ribu (4,4995 hektare, 6 TPU).

Lahan siap pakai 65,0565 hek­tare (63,37 persen), lahan yang sudah terpakai 355,4363 hektare (61,70 persen), sisa 9,6202 hek­tare (1,67 per­sen). 

Pemprov DKI Jakarta harus memikirkan so­lusi tepat menga­tasi perma­salahan dan menja­lan­kannya de­ngan konsisten, serta juga tidak menimbulkan kerugian di masa mendatang.    [RM]

Al-Azhar Bangun Pemakaman Muslim

Sabtu, 23 April 2011 | 16:18 WIB
Al-Azhar Bangun Pemakaman Muslim


Kebayoran Baru, Warta Kota

YAYASAN Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar sedang membangun kawasan pemakaman khusus Muslim berbasis syariah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Pemakaman akan dibuka untuk umum pada Oktober mendatang," kata Direktur Al-Azhar Memorial Garden Nugroho Adi Wiwoho di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Sabtu (23/4).

Nugroho yang ditemui seusai acara tasyakur milar ke-59 YPI Al-Azhar mengatakan pemakaman yang sedang dibangun berada di areal seluas sekitar dua hektare.

Ia menyebutkan pemakaman tersebut memiliki kapasitas hingga 29 ribu lubang makam.
Nugroho menambahkan masyarakat Muslim bisa memesan makam secara satuan atau untuk makam keluarga dengan kavling yang tersedia.

Ia belum bersedia menyebutkan harga dari masing-masing paket tersebut karena masih dalam perhitungan termasuk apakah pembayarannya dengan sistem kontrak per tahun atau satu kali pembayaran untuk selamanya. "Pada Juli mendatang sudah bisa diketahui harganya dan publik sudah bisa memesan," katanya.

Nugroho mengatakan layanan pemakaman tersebut melengkapi unit pemulasaran jenazah yang sudah dimiliki oleh Al-Azhar.

Letak pemakamam Muslim Al-Azhar Memorial Garden tersebut tidak terlalu jauh dengan pemakaman umum "San Diago Hills Memorial Parks and Funeral Homes" yang juga terletak di Kabupaten Karawang dan tak jauh dari tol Jakarta - Cikampek.

"Pemakaman yang dibuat Al-Azhar ini seperti taman atau lapangan golf sehingga jauh dari kesan angker atau menyeramkan seperti kesan pemakaman pada umumnya," kata Nugroho.

Setelah pemakaman dibuka, katanya, pengelola Al-Azhar Memorial Garden juga melayani pemindahan jenazah Muslim dari pemakaman lain. (Ant/apr)

AL AZHAR MEMORIAL GARDEN


AL AZHAR MEMORIAL GARDEN
The First Sharia 
MEMORIAL GARDEN
in Indonesia


KAMI MENYEDIAKAN LAHAN PEMAKAMAN 
DENGAN KONSEP TAMAN 
SESUAI SYARIAH PERTAMA DI INDONESIA.


KEUNGGULAN MEMBELI LAHAN PEMAKAMAN DI AL AZHAR MEMORIAL GARDEN :
  • Tempat pemakaman khusus Muslim dan sesuai syariah
  • Pemeliharaan sekali bayar 
  • Keamanan 24 Jam, 7 hari seminggu
  • Lokasi strategis, di sisi jalan Tol Jakarta Cikampek, hanya 60 menit dari Jakarta dan Bandung
  • Konsep taman yang tertata rapi dan asri
  • Dapat di pindah tangankan, atau di wakafkan
  • Layanan jemput ziarah


FASILITAS:




  • Masjid dengan kubah menyerupai Masjid Nabawi, dengan disain Timur Tengah
  • Parkir luas dan akses jalan lingkungan
  • Walkway/jalan setapak
  • Lounge dan playground
  • Rest Area Km 52
  • Layanan rumah duka mulai memandikan, mengkafani, dan menSholatkan


ZONA YAASMIIN
Type 
SINGLE 
Luas Kavling :4.5 M2 (1.5 M  x 3 M)
Peruntukan Maksimal : 1 Jenazah
Booking Fee : Rp. 1.000.000,-
Harga Tunai setelah Cash Back : Rp. 25.500.000,-


Type
DOUBLE
Luas Kavling : 13.65 M2 (3.5 M x 3.9 M)
Peruntukan Maksimal : 2 Jenazah
Booking Fee : Rp. 5.000.000,-
Harga Tunai Setelah Cash Back : Rp. 84.000.000,-



Type
SUPER DOUBLE
Luas Kavling : 27.30 M2 (3.5M x 7.8M)
Peruntukan Maksimal : 2 Jenazah
Booking Fee : Rp. 10.000.000,-
Harga Tunai : Rp. 209.000.000,-


Type 
FAMILY
Luas Kavling : 26.25M2 (3.5M x 7.5 M)
Peruntukan Maksimal : 4 Jenazah
Booking Fee : Rp. 10.000.000,-

Harga Tunai  : Rp. 230.500.000,-



Type
SUPER FAMILY
Luas Kavling : 52.50 M2 (7.00 M x 7.5 M)
Peruntukan Maksimal : 4 Jenazah
Booking Fee : Rp. 20.000.000,-
Harga Tunai : Rp. 385.000.000,-
  


Type
ROYAL ZONE *)
Luas Kavling : 14.75 M2 x 14.85 M (219 M2)
Peruntukan Maksimal : 8 Jenazah
Booking Fee : Rp. 50.000.000,-
  Harga Tunai : Rp. 1.980.000.000,-


Type
SINGLE (Paket Keluarga) **)
Luas Kavling : 4.5 M2 (1.5 M x 3 M) x 10
Peruntukan Maksimal : 10 Jenazah
Booking Fee : Rp. 10.000.000,-
 
Harga Tunai : Rp. 230.500.000,-
     
  • Keterangan :


      *)  Harga Royal Zone sudah termasuk Design Landscape
    **) Harga Single untuk Paket Keluarga minimal pembelian 10 Unit Kavlin
  1. Harga sudah termasuk Tanah Makam, Maintenance Fee, Walkway dan PPN 10%
  2. Harga belum termasuk biaya prosesi pemakaman dan batu nisan
  3. Pembayaran Maksimum 30 hari untuk Pembelian Tunai
  4. Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
  5. Jika terjadi pembatalan pembelian maka booking fee yang sudah masuk tidak dapat diminta kembali dengan alasan apapun.
  6. Pembayaran ditransfer ke Rekening : 
Al-Azhar Memorial Garden
BTN Syariah KCP Al-Azhar Pusat
No. Rekening : 7381000170

atau

Al-Azhar Memorial Garden
Bank Mandiri Syariah Cabang Roxy Mas
No. Rekening : 702-8838567

     Discount dan Angsuran :
  • Discount 20% untuk pembeli dari keluarga besar YPI Al-Azhar Keluarga     Inti) dan dapat diangsur hingga 12 kali.
  • Dapat diangsur sampai 60 x dengan menggunakan pembiayaan BTN Syariah (kecuali Type Royal Zone).  

BIAYA LAYANAN

SINGLE

Prosesi Pemakaman : Rp. 5.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 3.190.000,-

DOUBLE

Prosesi Pemakaman : Rp. 10.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 7.700.000,-

FAMILY
Prosesi Pemakaman : Rp. 20.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 16.720.000,-


SINGLE (Paket Keluarga)
Prosesi Pemakaman : Rp. 50.000.000,-
Batu Nisan : 31.900.000,-

SUPER DOUBLE
Prosesi Pemakaman : Rp. 10.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 7.700.000,-

SUPER FAMILY
Prosesi Pemakaman : Rp. 20.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 16.720.000,- 

ROYAL ZONE 
Prosesi Pemakaman : Rp. 40.000.000,-
Batu Nisan : Rp. 33.440.000,-
 


UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN 
HUBUNGI/SMS:

 SETIAWAN

HP: 0852 8808 8309, 088801004241
PIN : 315E1EC0